Kunjungan Lapangan TAPM Bersama PD dan PLD dalam Monitoring Pembangunan Saluran Irigasi
Pada tanggal 21 September 2026, pukul 08.00 sampai dengan 12.30 WIB, TAPM Kabupaten Aceh Tenggara bersama Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) melaksanakan kunjungan lapangan di Desa Lawe Hijo, Kecamatan Bambel, dalam rangka monitoring dan pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan fisik desa, khususnya pembangunan saluran irigasi.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pembangunan saluran telah memasuki tahap akhir dan secara umum progres pekerjaan sudah hampir rampung. Pekerjaan fisik utama telah terlaksana, sementara beberapa pekerjaan yang masih perlu diselesaikan meliputi pengecoran lantai saluran serta pekerjaan pengacian pada bagian-bagian tertentu.
Dalam kegiatan tersebut, TAPM bersama PD dan PLD melakukan pemantauan terhadap perkembangan dan kondisi fisik pembangunan serta mencermati kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan rencana yang telah ditetapkan. Pendamping juga memberikan arahan kepada pemerintah desa agar proses penyelesaian pekerjaan tetap memperhatikan kualitas konstruksi, ketepatan volume, kerapian hasil pekerjaan, serta kelengkapan dokumentasi dan administrasi kegiatan.
Pembangunan saluran irigasi ini juga dapat menjadi salah satu contoh praktik baik dalam pemanfaatan Dana Desa, karena pembangunan infrastruktur tersebut memiliki manfaat yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Selain berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan air bagi kebutuhan lahan dan tanaman pertanian masyarakat, keberadaan saluran ini juga memiliki fungsi sebagai salah satu bagian dari sistem penampungan dan pengelolaan aliran air ketika terjadi hujan.
Hal tersebut menjadi penting mengingat Desa Lawe Hijo merupakan salah satu wilayah yang rawan mengalami banjir ketika intensitas hujan tinggi. Dengan adanya pembangunan saluran tersebut, diharapkan aliran air pada saat hujan dapat dikelola dan diarahkan dengan lebih baik sehingga dapat membantu mengurangi dampak genangan, sekaligus menyediakan dan mengalirkan air untuk mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.
Pemanfaatan Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur yang menjawab kebutuhan dan kondisi nyata masyarakat tersebut menunjukkan adanya upaya desa dalam mengarahkan penggunaan Dana Desa pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan. Dalam hal ini, pembangunan saluran irigasi tidak hanya dilihat sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai bagian dari upaya desa dalam mendukung ketahanan pertanian, pengelolaan air, serta perlindungan masyarakat dari dampak genangan akibat curah hujan.
Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pendampingan dan monitoring untuk mendorong agar pembangunan desa dilaksanakan secara tertib, transparan, akuntabel, dan berkualitas. Dengan terselesaikannya pembangunan saluran irigasi tersebut, diharapkan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran pengairan lahan pertanian serta membantu pengelolaan aliran air di Desa Lawe Hijo.



Komentar
Posting Komentar